Manfaat dan Bahaya Kurang Air Putih bagi Ibu Hamil

SeputarIbuHamil.com Tahukah anda, setidaknya di dalam tubuh dibutuhkan 11 liter cairan untuk menutrisi sel-sel dalam tubuh. Oleh karena itulah kita setidaknya dianjurkan untuk minum 8 gelas sehari demi menjaga tubuh agar tidak sampai kekurangan cairan. Namun sebenarnya anjuran 8 gelas sehari ini sendiri tidak terlalu baku mengingat semua kembali lagi terhadap kondisi tubuh orang tersebut.

Kurangnya cairan pada tubuh ini juga bisa menyebabkan sejumlah masalah terhadap tubuh. Terlebih bagi orang yang memiliki kondisi tertentu seperti misalnya atlet atau ibu hamil. Padahal bukan hanya untuk menjaga tubuh konsumsi air minum dengan jumlah pas juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh.

Manfaat Air Putih Bagi Tubuh

Baik untuk Pertumbuhan Janin

Bayangkan jika seorang diri saja setidaknya membutuhkan minimal 2 liter air untuk tubuhnya sendiri. Kini didalam perutnya ada sebuah janin yang harus tumbuh dan berkembang juga. Maka tak heran jika kebutuhan air pada ibu hamil juga akan meningkat lebih jauh.

Setidaknya dalam badan ibu hamil akan ada peningkatan beberapa kilo yang mana sekitar 10% adalah air ketuban. Mengingat pentingnya fungsi air ketuban untuk melindungi dan tumbuh kembang janin maka ibu hami sangat tidak disarankan kekurangan cairana terlebih sampai mengalami dehidrasi.

Baca Juga:  Perlu di Ingat, Inilah 4 Tanda-Tanda Akan Melahirkan Dalam Waktu Dekat

Menjaga Stamina

Pada dasarnya kekurangan cairan bisa membuat seseorang mudah lelah dan mengalami sejumlah masalah seperti kurang konsentrasi, menderita sakit kepala hingga penggumpalan darah. Oleh karena itu perlu untuk tetap waspada.

Bahaya Jika Kekurangan Air Putih

Dehidrasi

Trimester pertama ibu hamil biasanya sangat rentan akan morning sick yang menyebabkan dehidrasi. Hal ini disebabkan karena semakin membesarnya kandungan biasanya diikuti dengan mudahnya merasa gerah dan berkeringat.

Banyaknya cairan yang dikeluarkan maka harus diimbangi dengan jumlah air yang dikonsumsi. kurangnya air tidak hanya membahayakan tubuh tapi juga janin. Segera minum air begitu merasa pusing, mual, jantung berdebar serta pekatnya urin.

Bisa Menyebabkan Prematur

Air ketuban memiliki banyak tugas di dalam tubuh bukan hanya sebagai pelindung janin saja. Kurangnya volume air ketuban bisa menyebabkan beragam masalah seperti menghambat pertumbuhan janin, kontraksi, komplikasi pada persalinan bahkan hingga meningkatkan resiko keguguran.

Mengingat pentingnya air ketuban maka ada baiknya hindari kondisi dehidrasi dan konsumsi air yang cukup. Volume air ketuban dalam tubuh sangat dipengaruhi oleh cairan yang ada dalam tubuh. Semakin sering anda mengalami dehidrasi maka semakin sedikit air ketuban dalam tubuh anda.

Baca Juga:  Penting Perhatikan Posisi Tidur Saat Hamil Muda Yang Aman

Memicu Permasalahan Pada Ginjal

Ginjal bisa dibilang sebagai penyaring limbah dalam tubuh kita. Dalam kondisi hamil rahim akan membesar dan membuat sebagian urine tidak terbuang sempurna. Kurangnya air minum membuat ginjal akan menahan lebih lama sisa urine yang berpotensi menjadi tempat berkembangbiak bakteri. Jadi, kekurangan air putih tidak hanya bisa membahayakan janin namun juga nyawa anda.

Sirkulasi Darah menjadi Terganggu

Dalam setiap aliran darah dalam tubuh kita juga mengandung air. Oleh karena itu tubuh tidak dianjurkan mengalami dehidrasi. Kurangnya air bisa membuat darah menjadi kental dan sirkulasi menjadi berat. Terhambatnya aliran darah ini maka bisa membuat aliran darah ke janin juga terkena imbasnya. Hal ini pula yang diyakini bisa membuat resiko prematur meningkat.

Anjuran Konsumsi Air Putih

Kebutuhan cairan setiap orang bisa berbeda-beda. Ada banyak hal yang harus diperhatikan seperti misalnya adalah aktivitas yang dilakukan sehari-hari, kondisi tubuh, tingkat suhu dan kelembapan sebuah daerah serta banyaknya cairan yang dikeluarkan.

Berdasarkan penelitian di AS, anjuran minum 8 gelas sehari hanya berlaku untuk anak-anak dan remaja saja. Sedangkan Pria dewasa setidaknya harus mengonsumsi 13 gelas perhari sementara untuk wanita dewasa setidaknya 10 gelas perhari. Namun, untuk beberapa kasus seperti ibu hamil dan menyusui setidaknya minum diatas 11 gelas perhari.

Baca Juga:  Cari Tahu Perkembangan Janin Usia 7 Bulan Dalam Kandungan

Jika anda memiliki penyakit tertentu, maka ada baiknya konsultasikan dengan dokter mengenai anjuran konsumsi yang lebih tepat agar tidak terlalu berlebihan namun juga tidak kekurangan.

Perlu diingat juga, cairan yang disarankan adalah air putih. Baik itu berupa air minum biasa, air mineral, air alkali ataupun air murni dari hasil mesin ro sekalipun. Usahakan jangan mengganti kuota air minum tersebut dengan kopi, teh atau minuman lainnya.